Wartawan Bodrex, dan Mempersenjatai Santri untuk Perang Pena

Ada sejenis kuli tinta (istilah untuk wartawan) yang masyarakat memberinya sebutan wartawan Bodrex, mengapa dinamakan Bodrex? karena wartawan ini tiba-tiba datang ke lokasi untuk memeras narasumber, lalu menghilang begitu mendapatkan uang, mirip seperti iklan obat sakit kepala Bodrex yang datang beramai-ramai untuk menyerang sakit kepala, dunia pendidikan sangat rawan kedatangan wartawan jenis ini, harus disiapkan senjata untuk melawan sebelum yang tidak diharapkan datang beneran.

.

.

Salah satu cara melawan pemberitaan wartawan jenis ini adalah dengan perang pena, membalas pemberitaan mereka dengan fakta berbasis data, para santri harus tahu hal seperti ini untuk itulah pentingnya menumbuhkan budaya beropini berdasarkan data, salah satu kegiatan di Mumtaza untuk melatih argumen berbasis data adalah kegiatan bedah buku yang dilaksanakan setiap hari Rabu Malam, dan tak terkecuali kegiatan insidental intelektual seperti Bedah Tesis dari mahasiswa pascasarjana yang terselenggara Hari Ini 25 September 2025.

.

.

Beberapa kali mumtaza dijadikan penelitian oleh beberapa mahasiswa pascasarjana, mulai dari mahasiswa S2, Mahasiswa Program doktor atau S3, bahkan yang sudah bergelar doktor dan proses menuju ke professor juga melakukan penelitian tentang Mumtaza, hal ini merupakan berkah bagi Mumtaza karena pasti ada sesuatu yang menarik dari mumtaza hingga menggelitik minat beliau beliau untuk riset tentang Mumtaza.

.

.

Adalah Azka Kamilaini, Mahasiswi S2 UIN Malang hari ini memaparkan isi tesisnya dihadapan seluruh guru dan santri Mumtaza, Azka menemukan adanya korelasi yang kuat antara fasilitas modern dengan pembelajaran Bahasa Arab khususnya ilmu Nahwu di Mumtaza, seluruh sumber daya dan fasilitas tersedia untuk menopang pembelajaran ini, mulai dari Guru yang berkualitas (Mayoritas Lulusan Luar Negeri dan Guru Dalam Negeri Lulusan S2) ditambah dengan pembelajaran berbasis digital seperti pembelajran via Web yang mana Mumtaza memiliki web pembelajaran sendiri untuk ilmu ilmu Bahasa Arab seperti nahwu balaghah istima dan qiraah yang diakses melalui TAB milik santri masing masing, iya… di Mumtaza seluruh santrinya punya TAB untuk media pembelajaran.