Wawancara singkat dengan :
Ahmad Sabilul Haq
Mahasiswa Internasional Islamic University Of Islamabad Pakistan Jurusan Economic And Finance
Alumni MA Internasional Mumtaza Tahun 2024
1. Siapa Nama Anda?
Ahmad Sabilul Haq.
2. Anda lulus MA Internasional Mumtaza tahun berapa?
Saya lulus dari MA Internasional Mumtaza Tahun 2024
3. Saat ini anda kuliah di mana?
Saya sekarang kuliah di Pakistan, tepatnya di International Islamic University Of Islamabad (IIUI).
4. Fakultas Apa?
saya ambil Jurusan Economics and Finance, bahasa perkuliahan menggunakan Bahasa Inggris
5. Tahun berapa anda berangkat kuliah?
Saya berangkat awal Tahun 2025.
6. Apakah ada korelasi antara pendidikan anda selama di Mumtaza dengan kuliah yang anda tempuh saat ini?
Belajar di mumtaza sangat membantu. terutama dari sisi Bahasa Arab dan Inggris yang kepake banget buat komunikasi di kampus, juga pembiasaan disiplin dan kemandirian yang terasa banget ketika hidup jauh dari Indonesia.
7. Mengapa anda tertarik kuliah di IIUI?
Alasan saya biayanya lebih terjangkau dibanding negara lain, Pakistan juga Negara muslim jadi saya lebih nyaman, iiui punya jurusan yang sesuai minat saya, dan Pakistan punya banyak tempat wisata alam dan sejarah islam yang menarik untuk dieksplor.
8. Apa kesan pertama anda saat kuliah di Pakistan?
kesan pertama saya ya cukup kaget karena banyak hal yang berbeda. dari bahasa, makanan, cuaca, sampai cara orang bergaul. tapi justru di situ letak tantangannya. saya merasa belajar bukan hanya di kelas, tapi juga belajar adaptasi dan memahami budaya baru.
9. Apakah ada Culture Shock?
iya jelas ada. misalnya:
- Transportasi: di islamabad banyak taksi kecil model mobil tua, ada juga pick-up yang sering dipakai orang buat angkut barang atau bahkan jadi kendaraan umum. itu agak beda dengan indonesia yang transportasinya lebih beragam.
- Pakaian: banyak orang di sini sehari-hari pakai kurta, baju panjang khas pakistan, sementara di indonesia jarang ada yang pakai kecuali acara tertentu.
- Makanan: porsinya gede banget, penuh minyak dan rempah. pertama kali makan saya mikir, “wah ini porsi buat satu keluarga kayaknya,” tapi di sini ya normal. lama-lama jadi terbiasa, meskipun kadang masih kangen sama pecel lele sama sambel indonesia.
- Interaksi sosial: orang pakistan ngomongnya kenceng dan ekspresif. awalnya saya kira lagi marah, padahal ternyata cuma ngobrol biasa. jadi sekarang kalau ada yang teriak-teriak saya udah nggak kaget lagi, malah jadi ikut ketawa.
- Agama: kehidupan keagamaan sangat kental. masjid penuh saat shalat, dan nuansa islam terasa di banyak aspek kehidupan sehari-hari.
10. Apa pesan anda kepada para santri di luar sana untuk bisa kuliah seperti anda?
Pesan saya, jangan ragu untuk bermimpi. kuliah di luar negeri memang nggak gampang, tapi juga bukan hal yang mustahil. yang penting berusaha sekuat mungkin, belajar sungguh-sungguh, siapkan bahasa sejak dini, dan jangan takut keluar dari zona nyaman. kalau ada niat dan usaha, insyaAllah pasti ada jalan.
Untuk Video keadaan kampus IIUI bisa mengklik tautan berikut ini :
https://www.youtube.com/watch?v=p9pWMYtFmao&t=10s
untuk video tour musim dingin di Pakistan Bersama Mumtaza bisa mengkilk tautan berikut ini
https://www.youtube.com/watch?v=5KGG-bgDZ7w&t=15s