Pernah dengar istilah negara dunia ketiga? Yaitu negara yang saat terjadi perang dingin tidak memihak blok manapun baik blok barat yaitu Amerika CS maupun Blok Timur yaitu Uni Sovyet CS, bahasa lainnya adalah negara berkembang, bahasa yang ekstrim adalah negara miskin, sedangkan bahasa formalnya adalah negara non blok, contohnya adalah negara kita tercinta Indonesia.
.
.
Saat perang dingin, negara blok barat maupun timur bersaing ketat dalam hal apapun, khususnya teknologi, disadari atau tidak kemajuan dunia dan teknologi yang kita nikmati saat ini adalah hasil dari persaingan kedua blok ini, tanpa persaingan saat itu niscaya tahun 2025 ini akan terasa seperti tahun 40 an.
.
.
Internet yang kita nikmati saat ini pada mulanya adalah sistem jaringan komputer militer Amerika serikat saat perang dingin, GPS yang sangat ajaib itu juga awalnya adalah produk militer digunakan untuk kapal perang, pesawat tempur, dan pasukan darat supaya tidak tersesat, pesawat penumpang yang sangat efisien bahan bakar, aman, canggih, itu juga pengembangan dari persaingan militer, bahkan satelit dan perjalanan luar angkasa yang dipelopori uni soviet saat itu juga merupakan produk perang dingin.
.
.
Mengapa perang dingin bisa menciptakan sesuatu yang luar biasa? Karena ada persaingan! karena kedua blok bersaing ketat membuktikan siapa yang terbaik, persaingan melahirkan keagungan dan kemajuan, tanpa adanya persaingan tidak akan tercipta kemajuan apapun, itulah yang dirasakan negara dunia ketiga karena tidak ada saingan maka santai santai saja merasa aman, tak bergerak kemana mana, sama seperti Pertamina dan PLN yang gak ada saingan sama sekali, meskipun rakyat bayar produknya cash nggak ada ngutang namun keduanya selalu rugi terus, ya karena nggak ada saingan!!
.
.
Filosofi persaingan ini juga diadopsi oleh mumtaza untuk menciptakan atmosfer lingkungan yang berkemajuan, berbagai lomba diikuti supaya santri secara sadar meningkatkan kualitas dan pengembangan dirinya masing masing, beberapa waktu lalu saat olimpipade sains, seluruh peserta dari mumtaza panen medali, tak terkecuali perlombaan silat kemarin, seluruh santri pulang memboyong beragam medali, mereka santri mumtaza adalah para penambang logam mulia dari negara dunia ketiga, yang bersaing karena sadar bahwa dengan persaingan itulah keagungan dan kemajuan diperoleh!