Bojonegoro – Sebanyak sebelas santri dari MA dan MTs Internasional Mumtaza Bojonegoro dilepas secara resmi untuk mengikuti ajang bergengsi, “7th UMSurabaya National Silat Championship 2025”. Kejuaraan bela diri ini akan berlangsung di Universitas Muhammadiyah Surabaya mulai 3 hingga 7 September 2025. Pelepasan kontingen ini menjadi momen penting yang penuh dengan semangat dan harapan.
Acara pelepasan berlangsung khidmat di lingkungan Pesantren Mumtaza, dihadiri oleh para santri, guru, serta pendamping. Dalam kesempatan tersebut, Al-Ustadz H. Ahmad Hafifi, Lc., M.A., memberikan wejangan yang mendalam kepada para santri. Beliau menekankan bahwa ilmu bela diri bukan hanya tentang kekuatan fisik, tetapi juga tentang karakter dan moral.
Pesan ini menjadi pengingat bagi para santri bahwa tujuan utama dari bela diri adalah perlindungan diri dan penegakan keberanian. Lebih dari sekadar ajang kompetisi, kejuaraan ini adalah ujian mental dan spiritual. Dengan pesan tersebut, diharapkan para santri tidak hanya meraih kemenangan di arena, tetapi juga menjadi pribadi yang jujur dan berakhlak mulia.
Para santri yang akan berlaga di kejuaraan ini telah menjalani persiapan intensif di bawah bimbingan guru dan pelatih. Mereka telah mengasah teknik, ketahanan fisik, dan mental untuk bersaing dengan ratusan peserta dari seluruh Indonesia.
Kontingen dari MA Internasional Mumtaza terdiri dari:
1. Danu Prayogo
2. Yahya Assidiqie
3. Ayatullah
4. Ahmad Fadli
5. Yahmad Tubagus Gabriel
6. Fajar Alamsyah
7. Fauzan Adhima
Sementara itu, kontingen dari MTs Internasional Mumtaza diwakili oleh:
1. Raka Purwa Atmaja
2. Muhammad Arva Hibatullah
3. Otter Tristanto
4. Kinan Dhia Rizky
Para santri ini akan didampingi oleh guru pembimbing mereka, Imam Prasojo, yang telah berperan besar dalam melatih dan memotivasi para atlet muda tersebut.
Keikutsertaan santri Mumtaza dalam kejuaraan nasional ini tidak hanya menjadi ajang pembuktian kemampuan, tetapi juga kesempatan untuk menjalin silaturahmi dengan para pesilat dari berbagai daerah. Dukungan penuh dari seluruh keluarga besar Mumtaza mengiringi langkah para santri menuju Surabaya. Diharapkan mereka dapat meraih hasil terbaik, membawa harum nama pondok, serta menginspirasi santri lainnya untuk terus berprestasi.
Mari kita doakan agar para santri Mumtaza dapat berjuang dengan sportif, menunjukkan kemampuan terbaik, dan pulang membawa medali kebanggaan.