Kerancuan di Simpang Tiga Antara Service Provider, Customer dan Partner

Guru menyita hape murid, kakaknya datang mukulin guru sembari mengancam akan membakar rumah dan meratakan sekolah serta berkata hendak membeli kepala sang guru, di tempat lain ada Kepala sekolah menegur siswa yang membawa mobil dan parkir sembarangan lalu sang kepala sekolah dicopot, di sekolah lain ada Murid merokok di sekolah, ditempeleng kepsek, murid satu sekolah mogok menuntut kepsek dicopot, dan yang terbaru saya terima pagi ini, ada anak manjat tembok sekolah, temboknya roboh anak dihukum guru, orang tua marah marah.
.
.
Empat kejadian diatas terjadi dalam waktu berdekatan, empat kejadian diatas mencerminkan bahwa persepsi mayoritas masyarakat terhadap lembaga pendidikan adalah sebagai penyedia layanan jasa (service provider), sedangkan orang tua dan murid adalah pelanggan (customer), yang namanya customer jika menuntut service provider untuk memberikan layanan terbaik ya wajar donk, yang namanya customer jika service provider berbuat salah keamudian bawa pengacara dan menuntut di pengadilan ya sah donk!
.
.
Jadi gini : Dalam islam yang berkewajiban mendidik anak adalah orang tua, namun dikarenakan kesibukan atau keterbatasan, orang tua meminta bantuan lembaga pendidikan untuk mendidik anaknya, dari sini secara jelas diketahui bahwa sebenarnya hubungan orang tua dengan lembaga pendidikan adalah partner, bukan customer! Partner bersama dalam mendidik anak, partner bersama dalam mengantarkan anak menuju masa depan, sikap partner terhadap lembaga pendidikan seharusnya berbeda dengan sikap customer kepada service provider.
.
.
Jika lembaga pendidikan melakukan kesalahan atau tidak memberikan layanan terbaik apakah Partner boleh menegur? Oh tentu boleh namun cara dan etikanya tentu berbeda, tidak sama seperti sikapnya customer ke service provider, kalau cara tegurannya seperti teguran customer apalagi sambil marah marah sambil bawa pengacara atau polisi bahkan sampai mengancam yang seperti itu tentunya kurang sopan dan bisa mengurangi keridhoan guru terhadap Bu murid.