Disiplin itu apa sih? dalam tulisan kali ini kami ulas dengan ibarat dan contoh yang mudah, semudah kakek ompong mengunyah bubur bayi.
Gampangnya disiplin itu adalah kemampuan seseorang untuk :
1. Mengendalikan diri guna taat aturan
2. Konsisten melaksanakan sesuatu
3. untuk mencapai tujuan tujuan positif
Sebagai contoh, di mumtaza kami bangun sistem yang memaksa anak untuk konsisten melakukan hal hal positif dibawah ini
1. Bangun pagi sebelum subuh
2. Tepat waktu dan tidak terlambat dalam setiap kegiatan
3. Berbahasa Arab, Inggris, atau Turki di lingkungan pondok
4. Membaca dan Menghafal Al Qur’an
5. Membaca Buku
6. Dsb yang tak cukup jika kami harus sebutkan satu persatu di tulisan ini
Anak anak di Mumtaza harus terbiasa untuk “susah” dan “berat”, dalam arti positif tentunya.
bangun pagi sebelum subuh itu susah dan berat apalagi kalau bangun paginya harus setiap hari, anak anak harus terbiasa merasakan kesusahan ini
Menghafal alqur’an itu berat dan susah, hadir tepat waktu itu susah dan berat, berbahasa asing di lingkungan pondok itu susah dan berat, anak anak harus terbiasa untuk merasakan dan mengalami kesusahan kesusahan positif ini
Harapan kami saat anak anak ini beranjak dewasa, mereka akan merumuskan jenis disiplinnya sendiri untuk menggapai tujuan yang mereka inginkan kelak, tidak hanya disiplin mereka juga harus konsisten terhadap disiplin yang mereka rumuskan sendiri di kemudian hari
Sebagai contoh Ketika mereka ingin lulus dari kampus ternama mereka harus rela susah dan berat karena harus belajar dengan keras, belajar giat dan keras itu susah, tapi tidak lulus ujian itu lebih berat dan lebih susah lagi
Ketika sorang anak bekerja di sebuah instansi dan ingin tujuannya tercapai anak ini akan merumuskan disiplinnya sendiri kelak, dan harus mengalami berat dan susaahnya disiplin tersebut, karena kalau tidak maka tujuannya tidak tercapai.
Disiplin hanyalah salah satu dari 6 karakter dasar santri mumtaza, 5 karater lain akan kita ulas di tulisan berikutnya
Akhir kata : gratness comes from consistency, keagungan didapat karena konsisten, mustahil orang bisa konsisten jika tidak terbiasa menjalankan betapa beratnya berdisiplin