Di dalam gerbong makan sebuah kereta saat perjalanan dari Jakarta ke Bojonegoro saat itu entah bagaimana ceritanya suplay makanan di kereta habis sehingga harus menunggu re supply di stasiun berikutnya, orang orang menunggu dan saling dorong, salah satu dari mereka berujar : “manusia kalau lapar pada jadi buas ternyata”
.
.
Saya teringat sebuah kutipan kalimat : kenapa terjadi kekacuan di muka bumi ini? ya karena manusia butuh makan, kalimat diatas merupakan ungkapan reflektif yang mewakili pandangan realistik bahwa kekacauan sering muncul dari kebutuhan dasar manusia — terutama “karena manusia butuh makan.” Tahun 1967 Pondok Gontor juga pernah mengusir semua santrinya karena santrinya mendemo pondok dan kiyainya, salah satu sebab pemicu kekacauan ini ya karena makan dan lauk pauk.
.
.
Tak bisa dipungkiri bahwa makan adalah kebutuhan primer yang paling dasar dan penting, menyepelekan urusan ini bisa berakibat ketidakseimbangan di banyak hal, menyadari hal ini mumtaza memberikan menu makan yang sangat layak dan bergizi kepada seluruh warga pondok, dengan iuran pondok bulanan yang sangat terjangkau kebutuhan vitamin, protein dan karbohidrat seluruh santri tercukupi dengan sangat baik.
.
.
Gambar diatas adalah daftar menu makan anak anak yang ditempel di bagian dapur, bisa dihitung sendiri dalam seminggu berapa kali makan telur, berapa kali makan ayam, nugget, sosis, lele, patin, pindang, iwak pe, bisa dibaca sendiri detailnya, hanya dengan membayar iuran bulanan pondok dengan tepat waktu dan tidak terlambat hal tersebut sudah sangat membantu pondok untuk memberikan layanan pendidikan dan layanan gizi terbaik untuk seluruh putra putri bapak ibu.