Di Mata Para Mahasiswa Internasional: Apa Itu Mumtaza?

“Amri mau sedikit cerita abi, selama setahun disini banyak sekali pengalaman yang Amri dapatkan. Ternyata memang seindah itu al Azhar dibalik lika-liku hidup di Mesir yang perlu banyak pengorbanan serta sabar yang harus setinggi langit yang indah, ikhlas yang harus luas seluas ilmu – ilmu azharnya, berbarengan dengan doa dan harapan orang – orang yang Amri sayang dan cintai, bahkan sering di Mumtaza Amri dengar bahwasannya langit Mesir itu tipis, dan itu benar nyatanya, sebagaimana abi dan asatidz asatidzah dawuh kan semuanya Amri dapatkan itu abi.”

“Sebetulnya ada tanda tanya besar yang masih Amri bingung menjawabnya, karena seakan pertanyan itu hanya bisa dijawab bagi yang merasakannya, “Mumtaza itu apa sih?” bahkan beribu masisir dengan pandangannya masih heran dengan itu, jika dijawab sebagai mediator memang secara formalnya, namun dibalik itu semua Mumtaza bukan hanya sebatas mediator. Apabila dijawab sebagai pondok pesantren, jawaban tersebut juga benar, bahwasannya memang ada lembaga formalnya seperti Madrasah Aliyah sama Tsanawiyahnya. Namun bukan sebatas Madrasah pada umumnya, jika dikalangan masisir dibilang kekeluargaan juga bukan karena yang bergabung Mumtaza dari berbagai daerah di Indonesia. Jika dibilang organisasi komunitas atau circle masisir juga bukan, lebih – lebih sebatas afiliatif dibawah PPMI memang iya tapi hal tersebut tidak sebatas afiliatif, belum lagi Mumtaza – Mumtaza yang diluar Kairo Mesir, Jordan, Turki dan lain-lain.”

“Mereka masih saling erat ukhuwah atas nama Mumtaza, “jadi mumtaza apa dong?”, tapi Amri rasakan apa itu mumtaza, sampai – sampai kalau khomstars sering menggaungkan “kata-kata terlalu miskin untuk mewakili rasa”, Amri rasakan kehangatan, layaknya keluarga pertama Amri, di Mumtaza Amri temui lebih dari merasakan adanya seorang ayah, ibu, kakak, adik, saudara sepupu, paman, bibi sampai-sampai ipar. Sekuat itu ukhuwahnya, sampai-sampai seorang Amri yang dulunya awam apa itu kuliah, merasa aman nyaman kuliah di al Azhar Kairo Mesir.”

“Jujur Amri sebenarnya sedikit keteteran kurang lebih setaun ini, karena Amri datang dengan penasaran yang padahal semua sudah Amri dapatkan dari Mumtaza, hanya tinggal memilih dan lakukan, akan tetapi Amri dengan penasaran itu akhirnya banyak yang Amri ingin ketahui, seperti halnya segi keilmuan perbisnisan, keorganisasian, dan lainnya. Sampai suatu ketika Amri lebih bercondong pada organisasi aktif, sebab Amri fikir organisasi bisa mengenalkan banyak lingkungan di masisir terutama Amri sebagai mahasiswa dari kepanitiaan PPMI kekeluargaan sampai senat Amri ikuti, dan memang dari situ Amri tau talaqi-talaqi masyayikh, kajian-kajian masisir, bisnis ini dan itu, sampai dengan pekerjaan ini itu, yang semua menjadi paham pengalaman Amri sendiri, tapi pada akhirnya Amri terbawa kesibukan dengan organisasi yang membuat amri naik tingkat dengan natijah yang rata”, tapi amri sekarang sadar itu abi, klo yang pernah Amri kutip dari ketua senat Fakultas Syariah Islamiyah,”

“mahasiswa itu memang secara image condong dengan organisasiannya, tapi organisator yang baik itu bukan yang aktif dalam segala hiruk piruk yang ada di organisasi itu sendiri, tapi organisator yang baik itu yang benar-benar bisa memanage waktu dirinya kapan dia harus bertanggungjawab atas amanahnya, kapan ia harus belajar, kapan ia harus mencari pengalaman dan lainnya, dan amanah tidak akan pernah salah memilih pundak”,

“Bismillah Amri akan terus berusaha yang terbaik untuk kedepannya, dan lagi-lagi semua itu Amri dapat sadarkan dari hangat keluarga Mumtaza sendiri yang saling mengingatkan, saling merangkul. Intinya Amri bersyukur sekali dapat dipertemukan oleh keluarga besar Mumtaza, yang sampai mengenalkan Amri al Azhar sampai dengan soal negara kinaanah ini. Sekian abi yang mau Amri ceritakan tentang Amri seorang anak dari keluarga besar Mumtaza.”

“MasyaAllah terharu gemetar dan bersyukur membaca tulisan dari ananda Amri. Terimakasih sudah menyambut memotivasi dan membersamai adek-adek Rofltine 16 dengan luar biasa. Ya Allah  yang maha pengasih dan maha penyayang, kami memohon kepada-Mu untuk memberikan kekuatan, ketabahan, dan kecerdasan kepada kak Amri dan teman-temannya dalam perjalanan pendidikan mereka di Al-Azhar. Berikan mereka kemudahan dalam belajar, keberhasilan dalam setiap ujian, serta bimbingan dalam setiap langkah yang mereka ambil. Semoga mereka selalu dilindungi oleh-Mu dan diberikan kemampuan untuk menggapai cita-cita serta membawa manfaat bagi umat. Aamiin.”

Semoga doa ini memberikan semangat dan keberkahan bagi anak-anak semua. Bersyukur atas bimbingan yang diberikan oleh Mumtaza Center adalah sebuah bentuk penghargaan yang mendalam terhadap perjuangan untuk mencari ilmu di Al-Azhar, Mesir. Al-Azhar, sebagai salah satu pusat pendidikan Islam terkemuka di dunia, memiliki sejarah panjang dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, dan menjadi tujuan bagi banyak pelajar dari seluruh dunia yang ingin mendalami ilmu agama dan pengetahuan umum.

Mumtaza Center, sebagai lembaga yang membantu dan membimbing para pelajar, memberikan kesempatan yang sangat berharga untuk mendalami ilmu secara lebih mendalam dan terstruktur, dengan dukungan yang maksimal dalam perjalanan menuntut ilmu. Di tengah tantangan yang dihadapi selama menempuh pendidikan di luar negeri, bimbingan seperti yang diberikan oleh Mumtaza Center sangat membantu untuk memastikan pelajar dapat fokus dan berkembang dengan baik dalam studi mereka di Al-Azhar.

Semoga perjuangan ini dapat membawa hasil yang bermanfaat, tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk umat dan masyarakat luas. Semoga anak-anak diangkat derajad yang tinggi.”

“MUMTAZA CENTER MENDUNIA JAYA JAYA JAYA”